Panduan Melakukan Pemulihan Setelah Berolahraga

Panduan Melakukan Pemulihan Setelah Berolahraga

2 menit baca

Proses pemulihan akan berlangsung optimal jika diterapkan rencana yang memperhitungkan seluruh kondisi tubuh; fisik dan non-fisik.

Olahraga menjadi salah satu aktivitas yang dirutinkan oleh banyak orang saat ini. Hal ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan menjaga kekebalan tubuh di masa pandemi ini. Namun tak banyak orang yang mengetahui bahwa aktivitas fisik harus disertai pemulihan (recovery) agar kondisi tubuh benar-benar prima.

Pemulihan yang dimaksud pun tak sekadar beristirahat. Hal yang harus dilakukan adalah:

Pendinginan. Langkah pemulihan harus segera dilakukan setelah Anda berolahraga. Periode ini dinamakan cooldown (proses pendinginan). Caranya adalah memperlambat aktivitas tubuh setelah berolahraga dengan melakukan stretching. Cara ini perlu dilakukan agar jantung dan sistem pernapasan dapat beradaptasi dengan intensitas aktivitas yang berubah dan melambat.

Tidur cukup. Ketika tidur, tubuh kita menghasilkan hormon yang berfungsi menopang pemulihan, penyembuhan dan pertumbuhan, seperti; HGH (Human Growth Hormone) dan insulin. Pastikan tidak sekadar lama waktu tidur yang Anda capai, melainkan juga kualitas tidur yang baik karena hormon-hormon tersebut hanya diproduksi saat seseorang tidur pulas.

Penuhi kebutuhan cairan tubuh. Pastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi. Kecukupan cairan tubuh adalah faktor penting dalam proses pemulihan dan sangat membantu pencernaan sehingga asupan nutrisi terserap; memungkinkan proses pemulihan berlangsung optimal.

Asupan nutrisi. Makanan adalah bahan bakar tubuh. Jadi pastikan setelah beraktivitas Anda mengisi kembali cadangan bahan bakar itu. Karbohidrat dan protein sangat dibutuhkan tubuh setelah aktivitas fisik intens, sementara buah-buahan terlebih jenis berry, berfungsi membantu pemulihan otot dan meredakan inflamasi yang terjadi setelah berolahraga intens.

Pijat. Tak sekadar memberi rasa nyaman, pijat setelah aktivitas fisik adalah cara memastikan peredaran darah berlangsung lancar. Selain itu juga merelaksasi sistem syaraf, menekan kadar kortisol dan membantu tubuh mencapai tingkat anabolik dalam proses membangun dan memperbaiki jaringan. Pijatan dapat dilakukan dengan tangan, atau alat; dilakukan sendiri atau dibantu orang lain. Perhatikan bagian otot yang terasa sangat nyeri, dan lakukan pijatan pada area tersebut; pastikan pijatan tidak menyebabkan rasa nyeri.

Lebih banyak bergerak. Sekalipun merasa pegal, jangan berhenti berolahraga. Hal ini penting dilakukan untuk mengeluarkan unsur bentukan sampingan yang dihasilkan setelah olahraga intens (antioksidan). Sangat disarankan agar jenis olahraga yang dilakukan berbeda. Contoh; jika Anda baru saja menyelesaikan maraton, maka sebaiknya olahraga yang Anda lakukan dalam periode pemulihan adalah berenang, atau yoga.

Menenangkan diri. Setelah berolahraga, luangkan beberapa saat untuk merasakan tubuh; pertahankan koneksi perasaan dan pengalaman saat itu. Metode ini akan membangun kesadaran sehingga otak melakukan pemulihan di seluruh tubuh. Periode istirahat mental akan menghasilkan periode aktif yang lebih produktif.

Proses pemulihan yang baik akan membuat Anda merasa lebih baik setelah melakukannya. Tanda yang bisa Anda perhatikan adalah; terasa segar, bersemangat, tidak sulit tidur malam, mudah berkonsentrasi dan tidak mudah sakit. Tentu saja hal yang terakhir akhirnya menandakan bahwa tujuan Anda berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh telah tercapai.

Photo by Ales Maze on Unsplash