Merawat Kesehatan Mental di Saat Wabah Menyebar

Merawat Kesehatan Mental di Saat Wabah Menyebar

2 menit baca

Penyebaran virus corona CoViD-19 yang telah menjadi pandemi dan memakan ribuan korban jiwa berpotensi memicu kecemasan. Ketahanan mental sangat dibutuhkan agar tetap sehat.

Berbagai keterbatasan dan pembatasan aktivitas sedang berlangsung di seluruh dunia saat ini. Himbauan agar #dirumahaja demi memutus rantai penyebaran virus CoViD-19 menimbulkan penyesuaian di berbagai tingkatan. Paduan kecemasan terinfeksi virus dan penyesuaian pola hidup yang terjadi secara drastis tanpa disadari menyebabkan berbagai tekanan, dari level terendah seperti bete, bosan, cemas hingga gangguan mental sejenis OCD (Obsessive-compulsive disorder).

Sebenarnya ini bukanlah peristiwa pandemi pertama yang dialami dan bisa saja bukan yang terakhir. Berdasarkan catatan sejarah yang paling dekat diingat adalah wabah SARS (2002). Wabah ini dimulai di Cina dan meluas ke 26 negara; menginfeksi 8000 orang dan menyebabkan 774 kematian. Wabah ini berhasil diatasi dengan tindakan isolasi dan karantina. Masih ada banyak data tentang kejadian pandemi yang dialami dunia dan bisa kita pelajari sehingga menjadi informasi dan panduan kita memahami kondisi wabah yang terjadi saat ini.

Ingatlah bahwa kondisi mental yang stabil sangat diperlukan, karena kita perlu tetap waspada, mungkin juga harus merawat keluarga yang sakit dan diisolasi, perlu menjaga mental orang-orang tersayang. Lalu, bagaimana dapat mencapai kestabilan mental di tengah keterbatasan ini?

  • Tetaplah bersosialisasi dengan sahabat, kerabat, dan teman. Lakukanlah aktivitas harian Anda, sekalipun berada di rumah, dan jangan ragu meminta bantuan emosional dari orang lain jika Anda membutuhkannya.
  • Hindari berasumsi tentang situasi yang terjadi. Belum tentu analisa Anda tepat, karena tergantung pada data dan fakta yang Anda dapat. Berasumsi akan menanamkan informasi yang belum tentu benar dan bisa berdampak pada kondisi mental
  • Dapatkan informasi yang tepat dari sumber terpercaya. Waspadai kabar yang berasal dari media sosial. Pastikan untuk mengecek kebenarannya.
  • Pastikan selalu kondisi mental Anda. Jika merasa tidak seimbang, jangan segan meminta pertolongan orang di sekitar. Ajak mereka bercanda atau melakukan hal yang menyenangkan bersama.
  • Jika Anda dikarantina, lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, seperti; membaca buku, melakukan hobi, mengakses media sosial dan mengontak teman-teman, menonton film, belajar bahasa baru. Karantina memang tidak menyenangkan, tetapi ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat diri Anda sibuk dan tetap terhubung dengan orang yang Anda cintai.
  • Diskusikan kondisi ini dari berbagai sudut pandang. Ada banyak fakta menarik, genetika, dan sejarah di balik pandemi ini. Jika ingin sedikit bersantai, kita bisa menemukan banyak meme lucu dan edukatif. Semua hal ini bisa dijadikan bahan bahasan, sehingga secara tak sadar kita menjadi lebih paham tentang kondisi ini. Jika Anda memiliki anak, libatkan mereka dalam diskusi dengan topik-topik dan pembahasan yang bisa mereka pahami.

Be alert, and keep mentally strong! We'll beat this together.

Photo by Tai's Captures on Unsplash