Mengapa Ingin Makan Saat Stres?

Mengapa Ingin Makan Saat Stres?

1 menit baca

Jika sadar bahwa mengemil adalah aktivitas yang Anda lakukan ketika sibuk bekerja, atau setelah deadline; sebaiknya segera atasi. Agar tak berlarut-larut dan memicu gangguan kesehatan.

Pernahkah punya pengalaman menghabiskan sendiri sebatang cokelat berukuran besar, atau sekantong kripik kentang setelah menghabiskan hari kerja yang melelahkan dan penuh stres? Seberapa sering hal itu Anda alami? Jika relatif sering sebaiknya Anda waspada karena telah mencari kenyamanan dan meredakan stres dengan makanan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi stres yang dialami seseorang secara otomatis mengaktifkan sistem "perlindungan diri" yang terhubung ke sistem pencernaan. Hal ini berarti cokelat yang Anda makan sendirian itu adalah kejadian yang didorong faktor psikologis dan fisiologis.

Cara stres memengaruhi selera makan
Penelitian telah membuktikan bahwa seorang perempuan yang mengalami stres kronis cenderung makan berlebih. Penjelasan fisiologis dari peristiwa ini adalah ketika mengalami stres, tubuh memroduksi kortisol, sejenis hormon yang sebenarnya membantu tubuh bertahan terhadap kondisi yang tidak menyenangkan. Biasanya setelah kondisi stres terlewati, maka kortisol akan mereda. Jika kondisi stres dialami berkepanjangan, maka kadar kortisol akan tetap tinggi dalam waktu lama. Akibatnya terjadi peningkatan selera makan, penyimpanan lemak yang berdampak pada pertambahan berat badan. Hal ini disebabkan karena kortisol memiliki fungsi mengatur proses metabolisme.

Menyiasati dorongan makan karena stres

  1. Makan dengan sadar. Ketika Anda memahami bahwa dorongan makan yang muncul disebabkan karena kondisi stres, maka setiap kali ingin makan atau mengemil bertanyalah lebih dulu pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar lapar? Cobalah menunggu beberapa menit untuk memastikan kondisi ini, sebelum Anda makan.
  2. Jika Anda masih saja ingin makan atau mengemil, pertimbangkan jenis makanan rendah kalori dan rendah lemak dibandingkan makanan atau cemilan pilihan Anda selama ini. Contohnya, adalah:
    - Snack manis. Potongan apel yang diberi selai kacang. Paduan karbohidrat, protein dan lemak sehat akan memenuhi keinginan mengudap makanan manis.
    - Snack gurih. Potongan telur rebus yang dilapisi mayones.
  3. Perhatikan porsi. Jika Anda masih memilih jenis cemilan atau makanan yang selalu Anda makan; siasati dengan memindahkan makanan ke mangkok atau piring. Hindari makan langsung dari kemasannya. Cara ini bisa membuat Anda menakar volume makanan yang akan Anda makan.

Selamat mencoba! Namun pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter setiap kali berencana mengubah pola makan Anda.

Photo by Goran Ivos on Unsplash