• Depan >
  • Kelana >
  • Pop >
  • Fakta tentang Daisy Bunga "He Loves Me, He Loves Me Not"
Fakta tentang Daisy 
Bunga "He Loves Me, He Loves Me Not"

Fakta tentang Daisy Bunga "He Loves Me, He Loves Me Not"

2 menit baca

Sekalipun kecil, bunga ini berpotensi besar menyemarakkan suasana, baik ketika tumbuh bergerombol di halaman ataupun saat tampil dalam vas di sudut ruangan.

Daisy, atau dikenal pencinta bunga Indonesia dengan nama Aster, memiliki nama latin Bellis perennis. Gabungan kedua kata itu, seakan menjelaskan Aster yang "sederhana". Bellis yang berasal dari kata bellus berarti cantik, dan perennis berarti abadi. Anda segera saja bisa menangkap maknanya kan...

Berbeda dari Mawar yang tampil mewah dan melambangkan cinta luar biasa, Aster justru populer sebagai lambang kegalauan sebuah hubungan. Mitos di belahan barat dunia mengidentikan kesungguhan kasih sayang seorang kekasih dengan setiap helai kelopak Aster. Tak heran jika sedang tidak yakin dicintai, seorang gadis akan memetik Aster dan melepaskan kelopaknya. Setiap kelopak disertai rapalan; he loves me, he loves me not secara bergantian. Helai kelopak terakhir Aster yang tertinggal akan bertepatan dengan salah satu kalimat itu, dan dianggap menjadi pertanda kesungguhan sang kekasih. Really?

Tetapi ternyata Aster punya banyak sisi yang tidak populer namun menarik. Antara lain:

Dapat tumbuh di mana saja. Sekalipun berasal dari benua Eropa dan bagian Asia yang dingin, Aster yang dibawa ke Australia dan Amerika Utara bisa tumbuh subur di sana. Saat ini mereka bisa ditemui di berbagai benua, kecuali di Antartika. Aster diketahui sebagai bunga yang sangat adaptatif; mudah tumbuh sesuai dengan lingkungannya, sifat ini sangat mirip dengan bunga matahari yang masih memiliki hubungan "keluarga" dengannya.

Nama penuh makna. Dalam bahasa Inggris, Aster yang disebut Daisy, adalah nama yang berakar pada frase kuno, Daes eage yang bermakna day's eye: matanya hari. Nama ini mencerminkan perilaku Aster yang menguncupkan kelopak pada sore hari dan membuka lebar kembali di pagi hari ketika sinar matahari menerpanya.

Tak hanya cantik, juga bermanfaat. Bunga yang tumbuh bergerombol ini akan terlihat cantik di halaman, dan mencerahkan ruangan saat dimasukkan ke dalam vas. Tetapi Aster punya manfaat lain: bisa dimakan! Aster adalah saudara dekat artichoke. Jadi lain kali jika ingin memberi sentuhan unik pada salad buatan Anda, taburkan saja sedikit Aster di atasnya. Bunga ini diketahui memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, selain dapat menghentikan perdarahan, mengatasi gangguan perut dan meredakan batuk.

Disenangi pengumpul nektar. Aster adalah salah satu bunga yang sangat digemari lebah. Permukaan Aster yang datar memberi banyak ruang untuk lebah hingga dan menghirup nektar dan sari dari bagian tengah bunga yang berwarna kuning cerah.

Melambangkan kesederhanaan. Seperti berbagai jenis bunga lain, Aster juga disepakati memiliki makna tertentu, yaitu; kepolosan, kemurnian, kesetiaan, kesabaran dan kesederhanaan. Aster putih melambangkan kerendahan hati, dan aster biru yang relatif langka adalah lambang keterbukaan dan kedamaian.

Aster memang tidak sepopuler Mawar, namun dibalik tampilan yang sederhana, ia mengandung makna yang dalam. Tak ada salahnya memikirkan Aster sebagai bagian rangkaian hand bouquet atau menjadikannya hiasan rambut di hari bahagia. Maknanya akan menjadi doa bagi kebahagiaan Anda.

source: https://www.bhg.com/gardening/flowers/daisy-facts/

Photo by Sixteen Miles Out on Unsplash