Demi Kebaikan; Jangan Lakukan Multitasking

Demi Kebaikan; Jangan Lakukan Multitasking

1 menit baca

Tersenyum bangga sering dipuji sebagai pelaku multitasking andalan? Seharusnya Anda cemas, karena hal tersebut merusak kemampuan otak bekerja dalam jangka panjang.

Kemampuan melakukan beberapa aktivitas dalam satu waktu, atau lebih dikenal dengan istilah keren multitasking tidak dimiliki semua orang. Di dunia kerja, pemilik kemampuan multitasking cenderung menjadi "kesayangan". Bagaimana tidak? Multitasking berarti efisiensi.

Tetapi menurut para neurolog (ahli kesehatan syaraf dan otak), otak manusia pada dasarnya tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Jika aktivitas tersebut terjadi, otak akan stres. Sebagai dampak, terjadi kemungkinan membuat kesalahan, dan jika terjadi maka pekerjaan menjadi tidak efisien

Jika otak terus-menerus mengalami stres, maka ada sejenis hormon yang diproduksi untuk meredakan stres, namun berdampak mengganggu kemampuan mengingat jangka pendek (short term memory). Anda tentu pernah mengalami situasi ketika sedang berbicara dengan teman, tiba-tiba ponsel berbunyi dan Anda mengangkatnya. Setelah selesai menelepon, Anda tidak bisa mengingat hal terakhir yang sedang dibicarakan sebelum Anda menjawab telepon.

Semakin sering Anda ber-multitasking, maka semakin banyak hormon yang mengganggu daya ingat diproduksi olah otak. Kondisi inilah yang menyebabkan kebanyakan warga senior mengalami gangguan memori. Tak ingin hal ini terjadi pada diri Anda, kan! Terapkan sekarang juga saran pada neurolog ini:

  1. Buat daftar pekerjaan, dan selesaikan satu per satu (serial).

  2. Agar efisien, bekerjalah dengan cermat. Lakukan pekerjaan yang paling mudah dan bisa selesai dalam waktu singkat terlebih dahulu. Dengan cara ini, pada akhirnya akan tersisa pekerjaan yang relatif membutuhkan waktu lama dan pengerjaan sangat serius.

  3. Jadwalkan waktu untuk membalas dan menjawab pesan. Misalnya setiap bekerja 11/2 jam, Anda segera memeriksa dan membalas pesan/email.

  4. Terapkan teknik batching yaitu metode mengklasifikasi jenis pekerjaan serupa yang dapat dilakukan pada satu waktu.

  5. Sisihkan pekerjaan administratif pada saat energi Anda sudah rendah, misalnya di sore hari.

Keseluruhan cara di atas akan membuat Anda bekerja lebih efisien dan efektif. Anda tak yakin? Mengapa tak langsung mencoba menerapkan?

Sumber: psychologytoday.com

Photo by Jonas Leupe on Unsplash