Cara Praktis Menyiasati Serangan Migren Saat Bekerja

Cara Praktis Menyiasati Serangan Migren Saat Bekerja

1 menit baca

Migraine dapat terjadi di mana saja, termasuk ketika sedang bekerja. Langkah utama yang disarankan adalah mengonsumsi obat pereda nyeri, agar dapat kembali bekerja.

Serangan migraine dapat dialami seorang perempuan kapan pun, namun sangat sering terjadi menjelang menstruasi. Migraine dapat terjadi di mana saja, termasuk ketika sedang bekerja. Langkah utama yang disarankan adalah segera mengonsumsi obat untuk mengendalikan rasa nyeri, karena Anda perlu kembali bekerja. Jika mungkin sambil menunggu obat bekerja carilah ruangan yang sepi, agar Anda lebih relaks.

Selanjutnya agar dapat mencegah serangan migraine berulang menjelang menstruasi sebaiknya Anda melakukan hal-hal ini:

  1. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Menurut penelitian para ahli, dehidrasi adalah pemicu sakit kepala dan migraine yang paling umum. Namun batasi asupan minuman berkafein, karena justru memicu dehidrasi.
  2. Pastikan Anda tidak menunda makan. Membiarkan diri kelaparan diketahui memicu sakit kepala juga migraine. Pastikan Anda menyempatkan diri makan siang, sesibuk apapun aktivitas di kantor, dan hindari makanan yang terlalu asin.
  3. Minimalkan gangguan lingkungan. Aroma, cahaya dan suara, bisa menjadi pemicu terjadinya migraine. Jadi pastikan untuk meminimalkan kondisi ini. Sesuaikan agar cahaya monitor komputer Anda tidak terlalu terang, dan minimalkan aroma tajam parfum atau suara ribut di sekitar tempat kerja dengan memasang aromaterapi yang menengangkan serta menyiapkan earphone untuk mendengarkan lagu berirama tenang saat bekerja.
  4. Ketegangan juga diketahui sebagai salah satu pemicu migraine. Agar tak mengalami ketegangan saat bekerja, pastikan Anda mengatur beban kerja, membuat to do list yang dapat membantu Anda memantau proses dan jadwal kerja Anda. Jika kita mengetahui dengat tepat kondisi pekerjaan kita, maka kita tidak akan merasa tegang, karena menguasainya.
  5. Beristirahat. Gunakan saat makan siang untuk berjalan-jalan di sekitar kantor, atau melakukan pijat refleksi 30 menit. Berganti suasana dalam sekejap akan meredakan ketegangan. Anda tidak bisa meninggalkan kantor, cobalah berdiri dari meja Anda, dan berjalan ke sudut ruangan paling jauh, kemudian kembali lagi. Ingatlah untuk meluangkan waktu 15 menit beristirahat, setiap bekerja intens selama 2 jam di depan komputer.

Lakukan ke-5 hal di atas secara rutin, maka Anda akan semakin jarang mengalami serangan migraine di kantor. Selain itu, jangan lupa merencanakan cuti. Ini lebih dari sekadar menggunakan hak Anda dan menikmati istirahat. Melainkan cara kita berterima kasih pada tubuh dan otak yang selama ini telah bekerja keras.

Photo by Aiony Haust on Unsplash