Batasan Olahraga Saat Menstruasi

Batasan Olahraga Saat Menstruasi

1 menit baca

Saat asyik berolahraga saat menstruasi, tiba-tiba perut terasa nyeri? Dengarkan tubuh Anda, tak usah dipaksa.

Anda sedang menstruasi dan asyik berolahraga, tiba-tiba perut terasa nyeri. Apakah harus segera menghentikan olahraga, atau dapat melanjutkannya setelah berhenti sejenak? Di sisi lain, kita sering membaca bahwa olahraga dapat meredakan ketegangan otot perut saat menstruasi.  

Para ahli di bidang kebugaran dan kesehatan menyarankan beberapa hal, berikut ini:

'Dengarkan' tubuh Anda. Jika nyeri menstruasi terasa mengganggu saat Anda berolahraga, sebaiknya beristirahat sebentar. Evaluasi kondisi Anda, jika terasa lelah, sebaiknya tidak dilanjutkan. Tetapi jika Anda merasa perlu melanjutkan, pastikan Anda melakukan gerakan-gerakan peregangan yang membantu tubuh relaks. Tak perlu memaksakan diri sebagaimana aktivitas olahraga rutin ketika Anda tidak menstruasi.

Hindari gerakan jungkir-balik. Jika Anda rutin melakukan yoga, maka saat menstruasi hindari gerakan-gerakan dengan posisi kepala di bawah. Posisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman. Sekalipun belum dapat dijelaskan secara medis, apakah hal itu tersebut dapat mengganggu menstruasi, dan membuat PMS menjadi lebih parah, tetapi kita diingatkan agar lebih baik menghindari posisi tersebut. Masih ada gerakan yoga lain yang justru lebih berguna untuk membantu melenturkan otot perut yang sedang menegang itu.

Jaga aliran endorfin. Tetaplah berolaraga, namun pilih jenis olahraga ringan yang tak kalah memicu aliran endorfin di dalam tubuh, seperti senam aerobik, atau kelas dansa. Produksi endorfin yang terjaga kadarnya sangat membantu tubuh menstabilkan ketidakseimbangan kadar hormon reproduksi yang memicu PMS.

Satu lagi yang perlu Anda ingat. Segelas cokelat panas bisa membantu Anda memperbaiki kondisi lemas dan nyeri karena deraan PMS. Hmmm... cokelat!

Photo by Linda Xu on Unsplash