• Depan >
  • Kelana >
  • Travel >
  • 5 Alasan Tunda Traveling ke Luar Negeri Walau Sudah Divaksin
5 Alasan Tunda Traveling ke Luar Negeri Walau Sudah Divaksin

5 Alasan Tunda Traveling ke Luar Negeri Walau Sudah Divaksin

2 menit baca

Inilah yang harus Anda pertimbangkan sebelum menyiapkan paspor, membeli tiket, dan mengunjungi negara lain selama vaksinasi belum merata di dunia.

Setahun pandemi berjalan, banyak orang merindukan liburan ke Singapura, Eropa, Jepang, atau ke destinasi impian Anda lainnya. Ketika vaksin dimulai, Anda mungkin berharap bisa traveling dengan leluasa lagi. Sebelum Anda mulai merencanakannya, ada beberapa alasan untuk tidak traveling jauh selama sementara waktu. Terutama jika destinasi Anda masih terkategori sebagai daerah dengan angka sebaran COVID-19 tinggi, dan program vaksinasi belum optimal.

Berikut ini 5 pertimbangan dari ahli bioetika dan ahli kesehatan masyarakat mengenai etika traveling ke luar negeri sebelum vaksin diterima secara luas di seluruh dunia. Informasi ini dilansir dari Huffpost.

1. Risiko penularan masih ada

Walaupun Anda sudah divaksin, bukan berarti otomatis terlindung 100%. Ahli kesehatan masih mengumpulkan data risiko penularan setelah divaksin. Sampai ada hasil penelitian ilmiah yang valid, maka pertimbangkan bahwa masih ada kemungkinan Anda dapat menularkan virus ke orang lain, dan sebaliknya.

2. Varian virus COVID-19 semakin berkembang

Seperti yang ramai diinformasikan pada berita, beberapa negara memiliki varian virus COVID-19 yang telah bermutasi. Virus ini mungkin bisa lebih mudah menular dan, dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Ahli kesehatan masih mempelajari tentang varian virus baru, maka penting untuk Anda tetap berhati-hati dan mengurangi traveling yang tidak perlu.

3. Infrastruktur kesehatan tidak sama

Anda mungkin mempertimbangkan destinasi negara dengan angka positif yang rendah. Pertimbangkan bahwamungkin mereka tidak memiliki infrastruktur kesehatan dan akses vaksinasi yang baik. Anda harus memikirkan skenario bila hal buruk terjadi, yaitu tidak mendapatkan dukungan sistem kesehatan yang baik saat sedang traveling. Tentu tidak menyenangkan, bukan?

4. Optimis menyambut masa depan

Bersabarlah. Fokus dunia sekarang adalah meningkatkan jumlah vaksinasi, menurunkan jumlah penularan COVID-19, dan mengendalikan kemunculan virus varian baru. Jika ini sudah selesai maka masa depan pariwisata juga meningkat. Andapun akan lebih nyaman untuk traveling!

5. Jika harus traveling, berhati-hatilah!

Anda mungkin harus traveling karena alasan keadaan darurat, seperti membesuk keluarga yang sakit, mencari perawatan penyakit serius, dan lain-lain. Jika Anda memutuskan untuk bepergian ke luar negeri, Anda harus melindungi diri sendiri dan orang yang akan Anda temui. Selain itu, Anda harus bersedia mengikuti prosedur pencegahan COVID-19 yang diterapkan negara tersebut. Anda juga harus mengikuti informasi kesehatan terbaru di negara tersebut dan membuat keputusan cerdas bila terjadi perubahan situasi. Pandemi membuat Anda harus meneliti dan merencanakan perjalanan secara rinci.

Pada akhirnya, kita harus selalu mengingat bahwa perilaku kita dapat memengaruhi kesehatan orang lain saat pandemi ini. Buatlah keputusan yang bijak secara sadar.

Photo by Victor He on Unsplash