11 Tanda Cemas Berlebihan karena Pandemi COVID-19

11 Tanda Cemas Berlebihan karena Pandemi COVID-19

3 menit baca

Apakah Anda terus-menerus stres karena takut tertular virus COVID-19? Apakah Anda terus-menerus mengurung diri di rumah? Baca ini.

Pandemi COVID-19 telah berlangsung lebih dari setahun. Isu kesehatan sudah bukan lagi tentang virus, melainkan kesehatan mental. Salah satunya adalah stres yang konstan dan berlebihan, yang dapat berubah menjadi penyakit kecemasan kesehatan.

Hipokondria atau hipokondriasis adalah salah satu jenis gangguan kecemasan secara tidak rasional atau obsesif mengenai kesehatan Anda. Anda percaya memiliki penyakit serius, atau bahkan mengancam nyawa. Ketika Anda diperiksa secara medis, ternyata hanya gejala sangat ringan atau bahkan tidak ada.

Kecemasan sering dipicu oleh rasa takut, dan COVID-19 telah menanamkan rasa takut yang nyata. Terlebih lagi, Anda mengonsumsi informasi dampak negatif COVID-19 secara terus-menerus. Andapun merasa hanya memiliki sedikit kontrol untuk mencegah virus menyebar. Secara tidak sadar, Anda telah mengembangkan kecemasan ini dengan baik.

Para ahli kesehatan membagikan beberapa tanda kecemasan kesehatan dan beberapa tips cara mengatasinya. Simak informasi di bawah ini.

1. Anda obsesif memikirkan pandemi dan sulit berkonsentrasi sepanjang hari

Jika Anda terus-menerus ketakutan tertular COVID-19, alihkan pikiran dari kekhawatiran dengan menggunakan teknik terapi perilaku kognitif, yaitu berhenti berpikir. Kemudian lakukan aktivitas yang menyenangkan, seperti mendengarkan lagu favorit, mengobrol dengan teman, berkebun, atau berolahraga.

2. Anda berbicara tentang kesehatan atau COVID-19 dengan orang lain secara berlebihan

Jika Anda mengesampingkan topik penting dalam hidup Anda atau orang lain dan hanya membicarakan COVID-19, maka ini bisa menandakan kecemasan. Chloe Greenbaum, psikolog dan asisten profesor di Universitas New York, menyarankan untuk memulai percakapan dengan mengatakan bahwa Anda sedang mencoba untuk tidak terlalu fokus pada COVID-19.

3. Anda terlalu banyak mengonsumsi berita COVID-19

Menonton berita COVID-19 dalam jumlah tak terbatas mungkin menjadi penyebab dan akibat dari kecemasan kesehatan. Sebaiknya Anda mengatur jumlah dan jenis berita yang dikonsumsi.

4. Anda mengalami gangguan tidur atau mimpi buruk

Jika Anda mengalami banyak malam tidak tidur karena khawatir atau mimpi buruk terkait pandemi COVID-19, maka ini bisa menjadi tanda Anda mengalami kecemasan kesehatan. Anda bisa mencoba menulis kekhawatiran dan impian Anda terkait pandemi. Nilai setiap kekhawatiran Anda dengan membaginya dalam dua kelompok, yaitu rasional atau irasional.

5. Anda menghindari aktivitas di luar ruangan

Menghindar adalah salah satu ciri kecemasan. Dengan menghindar, muncul rasa lega karena “terselamatkan” dari ancaman. Anda sebaiknya berlatih untuk berjalan keluar rumah, tetapi tetap dengan memastikan menjaga jarak dari orang lain.

6. Anda tidak yakin dengan hasil tes COVID-19 negatif

Abisola Olulade, dokter keluarga Sharp Rees-Stealy Medical Group di San Diego, mengatakan bahwa seringkali seseorang tidak yakin meskipun hasil tes medis dinyatakan negatif. Tetapi, jika Anda telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan masih tidak merasa, maka Anda mungkin mengalami kecemasan kesehatan. Anda sebaiknya melakukan terapi untuk mengatasi gejala ini.

7. Anda merasa setiap gejala selalu berhubungan dengan COVID

Jika Anda terus-menerus khawatir tentang batuk, bersin, sakit kepala, dan secara obsesif melakukan tes COVID-19 untuk meyakinkan diri sendiri, maka sudah waktunya untuk Anda mengendalikan pikiran. Anda sebaiknya berlatih untuk mengidentifikasi rasa takut. Kemudian, arahkan pikiran ke hal yang lebih positif, contoh: fakta bahwa Anda sudah melakukan protokol kesehatan dengan ketat.

8. Anda takut semua orang akan menularkan COVID-19

Jika rasa takut tertular dapat menghalangi aktivitas Anda (yang sebenarnya aman), maka ini tanda kecemasan kesehatan. Ingat, kesehatan mental Anda penting dengan berada di sekitar orang lain karena bisa menyejahterakan emosional Anda. Tentunya, Anda dan orang lain harus menjaga protokol kesehatan dengan baik. Terlebih lagi, dengan semakin banyak orang yang telah divaksinasi, maka semakin baik imunitas kelompok terbentuk.

9. Anda terlalu sering menggunakan pembersih tangan dan disinfektan

Ketika muncul dorongan untuk menjadi terlalu protektif, Anda harus mengingatkan diri sendiri bahwa Anda sudah melakukan pencegahan yang tepat. Jika Anda tidak dapat mengabaikan dorongan ini, Sebaiknya Anda mengobrol dengan terapis kesehatan mental.

10. Anda percaya semua orang yang Anda cintai akan mati karena virus

Kekhawatiran berlebihan sering kali membuat Anda membayangkan skenario terburuk. Anda menghukum diri sendiri dengan rasa sakit yang belum tentu terjadi. Cegahlah hal ini dengan memelihara akal sehat ketika Anda memasuki situasi yang tidak nyaman.

11.  Anda menghindari perawatan medis

David Harari, psikiater dan direktur kesehatan perilaku di K Health , platform konsultasi medis di Amerika, mengatakan bahwa ketika seseorang takut menghadapi masalah kesehatan, mereka bisa sengaja tidak menemui dokter, karena takut didiagnosa penyakit serius. Sadarilah, tidak mengetahui bukan berarti kebahagiaan dalam hal kesehatan.

Jika Anda mengalami salah satu dari tanda-tanda kecemasan kesehatan, maka hubungilah psikolog kesehatan mental sekarang juga.

Photo by engin akyurton Unsplash