10 Tips Menjaga Pernikahan

10 Tips Menjaga Pernikahan

2 menit baca

Jujurlah, cara membuat pernikahan berlangsung lama adalah sebuah seni. Anda mengikat janji sehidup semati dan ini harus diusahakan bersama.

Akhir-akhir ini banyak berita perceraian, baik selebriti nasional hingga internasional. Sebut saja kasus yang menjadi sorotan dimulai dari Rachel Venya, Nindy Ayunda, Wulan Guritno, hingga Kim Kadarshian. Proses perceraian tentunya membutuhkan dampingan pengacara di meja hijau. Di bawah ini, ada 10 tips menjaga pernikahan dari pengacara perceraian berdasarkan pengalaman mereka.

1. Jadilah yang pertama mengucapkan "Maaf "

Jangan keras kepala dalam berargumen. Minta maaflah segera, ketika Anda salah ataupun tidak salah. Tujuannya adalah meredam kekesalan pasangan dan membuat hubungan kembali damai.

2. Sadari dan amankan diri Anda

Hidup yang penuh kesibukan dan stres, bisa menyebabkan kecemasan, amarah, dan gangguan mental. Emosi tersebut dapat menyebabkan disfungsional pada pernikahan. Jika ini terjadi, Anda perlu ambil waktupribadi untuk “mengamankan” diri. Setelah itu, pikirkan solusi yang dapat menemukan berbagai aspek yang sedang bermasalah dan tidak.

3. Jujurlah, tapi jaga ucapan Anda

Percayalah, banyak hubungan hancur karena satu kalimat yang menyakitkan. Tahan ucapan Anda dengan menenangkan diri terlebih dahulu. Selanjutnya, sampaikan isi hati Anda dengan perkataan yang tidak berpotensi membawa “api perang” dalam hubungan.

4. Agendakan komunikasi rutin

Umumnya perceraian terjadi karena komunikasi pasangan yang buruk. Solusinya, buatlah meeting bulanan yang dibungkus dengan makan malam bersama pasangan. Masing-masing membawa poin-poin yang ingin dibicarakan, secara faktual dan logis, untuk mencapai kesepakatan bersama.

5. Kelola keuangan bersama

Uang adalah salah satu penyebab nomor satu perceraian. Seringkali, tanggung jawab keuangan dipegang hanya pada satu orang, sebaiknya ini tidak boleh terjadi. Kunci sukses pernikahan adalah pasangan membicarakan pengelolaan uang bersama, baik tujuan penggunaan, hutang piutang, dan wish list kebutuhan.

6. Gunakan logika saat memutuskan anggaran

Jangan menggunakan perasaan ketika melakukan keputusan terkait anggaran keluarga. Anda tidak perlu marah dengan pasangan bila tidak mampu membeli sesuatu. Ini adalah fakta kesanggupan keuangan bersama, jangan dikaitkan dengan bukti seberapa besar cinta pasangan.

7. Ingat, tidak semua orang bahagia seperti di Instagram

Semua orang terlihat sangat bahagia di media sosial. Kenyataannya, banyak pernikahan menderita dan memang tidak untuk ditampilkan ke publik. Jadi, Anda tidak perlu iri melihat rumah tangga orang lain dan menuntut berlebihan ke pasangan Anda.

8. Prioritaskan pernikahan Anda

Semua orang yang berinteraksi dengan Anda harus berada di urutan kedua setelah hubungan Anda dengan pasangan. Sebagai pasangan, prioritaskan hubungan Anda dan biarkan orang lain menyelesaikan masalah mereka sendiri. Sering terjadi, krisis kehidupan orang lain bisa menjadi gangguan dalam hubungan Anda.

9. Berlibur dengan pasangan

Jangan menunggu momen libur panjang untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan. Rayakan kebersamaan Anda bersama pasangan saat mereka tidak mengharapkan apa-apa dengan memberikan liburan yang berkualitas berdua saja. Hasilnya akan sama-sama menguntungkan bagi pasangan.

10. Sadarilah jika Anda selalu memenangkan pertengkaran, Anda malah bisa kehilangan pernikahan

Komunikasi adalah salah satu kunci untuk menciptakan hubungan yang kuat. Selain itu, belajarlahberkompromi dengan pasangan untuk menciptakan pernikahan yang kondusif. Jangan mengikuti ego untuk memenangkan argumen karena hanya membuat selisih paham menjadi lebih “panas”.

Photo by Gabby Orcutt on Unsplash