10 Kesalahan Saat Traveling di Masa Pandemi

10 Kesalahan Saat Traveling di Masa Pandemi

2 menit baca

Banyak orang sudah kembali bepergian, seakan melupakan eksistensi pandemi. Jangan lalai, Anda tetap perlu menjaga diri dari paparan virus COVID-19.

Ketika angka positif COVID-19 menurun selama beberapa bulan lalu, minat masyarakat untuk jalan-jalan pun meningkat. Hasilnya, setelah periode libur lebaran, kasus positif COVID-19 turut meningkat selama beberapa minggu terakhir. Akibat lonjakan kasus ini, tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan di Jakarta sudah terisi 90 persen (22/06/21).

Anda mungkin sudah bosan dengan pandemi, tetapi itu bukan berarti berperilaku seenaknya. Berikut ini kesalahan yang umum terjadi saat merencanakan dan melakukan perjalanan di era pandemi sekarang. Bacalah agar Anda tidak melakukannya.

1.  Melanggar Peraturan Lokal

Banyak turis yang tidak menghormati peraturan pemerintah setempat. Seringkali orang melihat sekelilingnya tidak menggunakan masker dan mengabaikan jarak sosial, lalu mereka mengikutinya. Terlebih lagi, beberapa turis berpikir setelah divaksinasi, mereka kebal virus COVID-19, sehingga merasa tidak perlu pakai masker. Ini perilaku yang salah!

2.  Tidak Berencana dengan Baik

Terburu-buru memutuskan untuk bepergian membuat Anda tidak sempat mencari tahu informasi lengkap secara layak. Anda harus mencari tahu peraturan, kondisi kesehatan, dan status vaksinasi di destinasi. Serta, Anda harus menghindari red zone dan membawa semua peralatan penunjang protokol kesehatan.

3.  Tidak Tahu Persyaratan Keluar-Masuk

Kesalahan umum adalah tidak meneliti peraturan keluar-masuk destinasi sehingga menyebabkan Anda bingung di bandara atau stasiun. Selain hasil tes COVID-19 negatif, juga ada beberapa persyaratan lain. Jadi, pastikan untuk mengecek informasi resmi (yang selalu berubah setiap waktu) agar perjalanan Anda tidak gagal.

4.  Tidak Berhati-hati

Hanya karena Anda telah divaksinasi, bukan berarti semua orang juga demikian. Anda harus tetap menghormati protokol kesehatan setempat dan bijaksana berperilaku. Selalu waspadalah, Anda tetap bisa tertular dan menularkan varian baru COVID-19.

5.  Pemesanan Melalui Platform Pihak Ketiga

Pandemi memberikan dampak peraturan pembatasan yang berubah sesuai dengan kondisi. Anda sebaiknya memesan langsung melalui maskapai atau kereta, serta pastikan ada fleksibilitas bila perlu mengubah jadwal.

6.  Tidak Up-To-Date dengan Perubahan Peraturan

Selama pandemi ini, peraturan terus berubah. Informasi hari ini bisa jadi berbeda esok hari. Pastikan Anda selalu up-to-date dengan mengecek informasi secara konstan. Contoh: pemesanan tiket obyek wisata sekarang banyak yang harus melalui online atau cashless (tidak menggunakan uang fisik), harus reservasi restoran terlebih dahulu, hotel tidak menyediakan buffet untuk sarapan, dan lain-lain.

7.  Berpikir “Mumpung Murah”

Semua orang tergoda bepergian karena banyak promo penerbangan dan penginapan. Mereka merasa ini kesempatan yang langka dan tidak akan terulang setelah pandemi berakhir. Sadarilah, tiket pesawat sudah sangat fluktuatif sebelum pandemi. Tetap ada promo penerbangan murah besok karena kompetisi antar maskapai. Bersabarlah, jangan sampai Anda terjebak di kota yang penuh sesak dan tidak merasa aman.

8.     Tidak Fleksibel

Siapkan ruang untuk improvisasi dalam merencanakan perjalanan. Kondisi yang dinamis sekarang bisa membuat Anda gagal pergi karena kebijakan pembatasan mendadak dari pemerintah. Sebelum Anda kecewa, siapkan 2 hingga 5 rencana cadangan!

9.  Berasumsi Kebal

Banyak orang setelah mendapatkan hasil tes COVID-19 negatif, mereka merasa kebal. Anda perlu ingat bahwa hasil tes hanya berlaku saat itu. COVID-19 dapat diidentifikasi dalam kurun waktu hingga dua minggu.

10. Berharap Semua akan Kembali Normal

Anda harus menerima kenyataan bahwa semua tidak akan sepenuhnya kembali “normal” seperti sebelum pandemi. Adaptasi kebiasaan baru akan diterapkan, terutama yang berhubungan dengan faktor kebersihan dan kesehatan

Source: Huffpost

Photo by Robert Norton on Unsplash